Pengertian dan Fase Pembelahan Miosis

Posted by Admin 0 komentar
    Miosis berasal dari kata mion= lebih kecil (jumlah kromosomnya lebih sedikit). Ini perkenalkan oleh E. Van Beneden (1883). Miosis berlangsung pada gametogonium yang telah mengalami perbanyakan (ploriferasi).
Dalam pengertian miosis ini juga mencangkup pembelahan sel yang terjadi dalam jaringan gonade.

    Pada saat pembentukan sel kelamin sel-sel membelah tanpa didahului oleh pembentukan duplikat kromosom, sehingga sel kelamin mempunyai jumlah kromosom setengah dari jumlah kromosom sel jaringan tubuh lainnya. Jadi sel kelamin mempunyai setengah jumlah kromosom dari pada sel induk kelamin dan tiap sel kelamin hanya mengandung n kromosom, oleh sebab itu sel kelamin disebut juga sel haploid. Ini disebut juga pembiakan secara menyusut (reduksi).

    Sedangkan pada pembiakan yang mengandung 2n kromosom dikatakan juga sel yang diploid atau pembelahan mitosis. Istilah mitosis ini dipakai karena biasanya didalam proses pembiakan dari sel-sel tersebut terlihat benang-benang. Proses ini terjadi melalui fase-fase yang berbeda. Fase pada mitosis berbeda dengan miosis.
Miosis dibagi atas 2 tingkat utama, yaitu miosis I dan miosis II, yang masing-masingnya memiliki 4 fase yaitu :
1. Profase
2. Metafase
3. Anafase
4. Telofase

Pada Miosis I
1. Profase I, terdiri atas tahap-tahap :
- Leptoten (leptonema)
Pada fase ini tampak benang-benang kromosom (kromonema) yang biasanya berbintik-bintik . Bintik ini disebut kromoner.

- Zigoten
Pada fase ini kromosom-kromosom tampak berpasangan. Tiap pasangan terdiri atas dua kromosom yang homolog.

- Pakiten
Tiap kromosom terbelah menjadi dua kromatida yang tetap bersatu pada sentromer. Sentromer adalah suatu simpul yang mempersatukan kromatida.

- Diploten
Pada fase ini pasangan kromatida yang satu tampak terpisah-pisah dari pasangan yang lain, kecuali pada beberapa tempat.

- Diakinesis
Pada fase ini kromosom tampak pendek dan tebal, karena benang kromosom bergulung-gulung berupa spiral yang padat.

2. Metafase I
Kromosom pergi kebidang equator dan menggantung pada serat gelendong lewat sentromer dengan kromosom homolog terus berpasangan.

3. Anafase I
Kromosom homolog berpisah, pergi ke kutub bersebrangan. Kromatid belum berpisah karena sentromer masih satu untuk satu kromosom.

4. Telofase I
Kromosom jadi halus, kromatin sentromer tetap belum membelah. Serat gelendong hilang, karyotheca dan nukleolus terbentuk. Bidang katup jadi centriol lalu mengganda jadi 2.

Pada Miosis II
1. Profase II
Kromatin kembali menjadi kromosom dan tiap kromosom sudah terdiri dari dua kromatida. karyotheca dan nukleolus hilang, centriol berpisah diselaputi oleh serat radial pendek.

2. Metafase II
Kromosom pergi kebidang equator dan menggantung pada serat gelendong lewat sentromer. Centriol membelah sehingga kromatid terlepas.

3. Anafase II
Kromatid terpisah untuk menjadi kromosom anak dan pergi ke kutub bersebrangan.

4. Telofase II
Kromosom anak jadi halus berubah menjadi kromatin. Serat gelendong hilang, karyotheca terbentuk, nukleolus muncul diseliputi sentrosol.
SEMOGA ARTIKEL INI BERMANFAAT BAGI ANDA
Judul: Pengertian dan Fase Pembelahan Miosis
Ditulis oleh Admin
Rating Blog 5 dari 5
Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://chalouiss.blogspot.com/2011/12/pengertian-dan-fase-pembelahan-miosis.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.